Selamat datang di duniagus.blogspot.com, kritik dan saran dapat ditujukan ke agus_1052@yahoo.co.id.

29 Juli 2008

Kisah Kereta Trem di jakarta

Hayooo. siapa yang tidak tahu kereta Trem ?? Menurut Mbak Wikipedia, Kereta Trem merupakan kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota, dengan Trem yang berselang waktu 5-10 menit berangkat dan merupakan solusi untuk kemacetan.

Kereta Trem di Jakarta mungkin bagi kalian merupakan hal yang asing... bahkan belum tahu itu apa.. Padahal jauh sebelum Indonesia Merdeka, Kereta Trem sudah ada di Indonesia, bahkan sudah ada di Jakarta.

Sejak kemunculan trem di Jakarta yang sejak dulu dikenal bernama Batavia, konon awalnya ditarik oleh kuda. Namun akhirnya diganti dengan mesin oleh pemerintah Belanda karena menyisakan kotoran-kotoran kuda di sepanjang jalan. Pada masa Gubernur Jenderal JP Coen, Batavia (Jakarta) sudah memiliki jaringan Trem yang meliputi pusat kota hingga ke daerah pinggir kota ketika itu. Seperti yang terdapat pada gambar brikut ini merupakan jalur kereta Trem yang terdapat di daerah Godangdia pada tahun 1910.


Foto yang terdapat di atas mengarah ke barat, tampak dibelakang pepohonan, menara bakal kantor NV. De Bouwploeg masih dalam tahap pembangunan. Tampak depan dua rangkaian trem listrik milik B.E.T.M (Perusahaan Trem Listrik Batavia) sedang berada dipersimpangan jalur degnan rute Harmonie-Tanahabang-Pengarengan. Trem kiri menuju Stasiun BETM di Pengarengan (kini, Jl. Kali Pasir) Cikini dekat Kali Ciliwung, yang kemudian penumpang bisa pindah jurusan ke arah Batavia (dekat St. BEOS). Trem kanan akan melanjutkan perjalanan menyusuri Djoharlaan (Jl. Johar) -Oudetamarindelaan (Jl. Wahid Hasyim) - Tanahabang West (Jl. Abdul Muis) - Harmonie.

Nah, 98 tahun kemudian perubahan yang terjadi mengenai foto di atas dapat di lihat pada foto berikut ini :

Sungguh sangat besar perubahan yang terjadi. Sekarang gedung tertutup pepohonan yang makin besar dan bekas sepanjang rel trem listrik diganti dengan taman.

Lalu sekarang kenapa kereta Trem di Jakarta di Hapus ??? Sebenarnya sejak di bangun pada masa Belanda sampai masa kemerdekaan Indonesia kereta Trem sangat membantu masyarakat Jakarta, khususnya di pinggiran kota. Namun, karena perkembangan penduduk kota Jakarta semakin meningkat, pada tahun 1960-an, kereta trem di Jakarta diberhentikan oleh Presiden Soekarno yang menganggap trem yang telah beroperasi sejak akhir abad ke-19 sudah tidak cocok lagi untuk kota besar seperti Jakarta. Sukarno mengatakan lebih baik dibangun metro (kereta api bawah tanah) untuk Jakarta.

Sebagai upaya akhir agar tidak seluruh trem dihapus, Walikota Jakarta saat itu, Sudiro minta agar jurusan Jatinegara-Matraman-Kramat-Senen sebagai urat nadi perdagangan bagi para pengusaha kecil tetap dipertahankan. Tapi, usulan itu ditolak Bung Karno.
Sayangnya ketika trem dihapus, sebelumnya tidak diimbangi dengan jumlah bus, sehingga hingga saat ini kondisi transportasi di Jakata semakin semrawut dan tikda karuan. Kebanyakan angkutan dari pada penumpang, bahnkan bertambah pula kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

Posting Terkait :



0 comments: