Selamat datang di duniagus.blogspot.com, kritik dan saran dapat ditujukan ke agus_1052@yahoo.co.id.

01 Februari 2008

Sekarang Zamannya Duit Bung !!!

Hidup di Jakarta sudah barang tentu duit yang berbicara. Mengapa tidak, wong kita buang air aja musti dan kudu bayar..... Kebutuhan yang semakin meningkat dan membludak, membuat setiap orang mencari berbagai cara demi menghasilkan duit.

Di Jakarta, apapun yang dilakukan pasti UUD (Ujung-Ujungnya Duit). Apapun seragamnya, jabatannya, atau Sungguh teganya-teganya-teganya..... Banyak contoh kasus dalam berbagai segi kehidupan di Jakarta yang akhir-akhir ini duit yang berbicara, seperti :
  1. Segi kesehatan. Katanya ada kartu miskin buat keluarga yang tidak mampu sehingga dapat digunakan untuk memeriksa penyakit di rumah sakit secara gratis, tetapi apa nyatanya, rakyat di ping pong, mulai dari ketidakjujuran dan kecuekan karyawan rumah sakit sampai-sampai ketidakpedulian pihak rumah sakit apabila ada keluarga yang mempunyai kartu miskin. Beda dengan orang yang pernah berkuasa di negeri ini, kalau sakit, dari infotaiment artis sampai wartawan politik, mulai digosipkan. Segala macam alat yang manual sampai yang canggih dikeluarkan oleh negeri ini. Berapa rupiah yang dikeluarkan untuk penyakit si kakek tua ini. Coba bayangkan, orang sakit aja duit yang berbicara.
  2. Segi Hukum, Katanya negara kita negara hukum, tapi banyak para pejabat yang mengerti hukum yang melanggar hukum. Lihat saja di pengadilan Indonesia bukan keadilan yang bermain tetapi duit yang berbicara. Kalau seseorang menjadi terdakwa atau tersangka dalam sebuah kasus dan dia mempunyai kekayaan untuk memberi makan jaksa dan hakim tentu keadilan akan berpihak pada dia. Tapi, sebaliknya kalau dia miskin, apaboleh dikata.....
  3. Segi Pelayanan Masyarakat. Para pejabat sudah keterlaluan, baik dilapangan maupun dikantoran. Pasti setiap masyarakat pernah mengalami. Coba aja perhatikan kalau kita membuat KTP dan KK di Kelurahan. Semua nya itu tidak terlepas dari duit.... Katanya membuat KTP gratis, tapi kenyataannya, mulai dari RT, RW sampai kelurahan, kita harus mengeluarkan duit. Kemudian pelayanan masyarakat yang lainnya tidak hanya di kelurahan, di kantor-kantor pemerintahan juga selalu seperti itu. Kalau tidak ada duit, maka semuanya tidak berjalan, bahkan yang tidak ada duit diping-pong ke sana-kemari atau dipermainkan waktunya... (para atasan biasanya sih ngomongnya hal itu tidak ada dalam pelayanan masyarakat, tapi kalau ketahuan baru si atasan tersebut bilang ke masyarakat bahwa itu si oknum, hehehehehe....

Posting Terkait :



0 comments: